
*Perhatikan ketiga ABG ini tanpa malu bertelanjang dada di loby hotel.
DARWIN MR.Ngakk



Media Massa, Agama dan Konflik
· Abstrak
Awal mula permasalahan dimulai dari penyerangan FPI terhadap Kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan(AKKBB) pada tanggal 1 Juni 2008 di Monas Jakarta yang pada saat itu AKKB sedang mempersiapkan peringatani hari kelahiran Pancasila dan menimbulkan jatuhnya korban luka-luka dari pihak AKKBB. Sejauh mana peran media dalam menengahi konflik yang berkepanjangan dari 2 kubu tersebut ? dan apa tanggapan masyarakat
· Kata kunci
Media, Gusdur, Konflik, FPI
· Pendahuluan
Negara Indonesia adalah Negara yang pancasila dan memiliki landasan Bhineka Tunggal Ika, karena Indonesia memiliki Negara yang berbentuk kepulauan, memiliki banyak suku bangsa, Adat Istiadat, bahasa dan memiliki 5 agama yang di sah kan oleh pemerintah RI. Dari banyaknya perbedaaan yang ada di Negara kita ini banyak hal yang dapat menjadi pemicu konflik. Dalam hal ini konflik antar suku dan agamalah merupakan hal yang utama yang dapat memicu terjadinya konflik. Konflik, kata ini mungkin sering terdengar di telinga anda akhir-akhir ini. Berita yang paling hangat saat ini mengenai konflik internal yang terjadi dalam tubuh agama Islam yaitu konflik antara organisasi keagamaan FPI (Front Pembela Islam) dengan NU (Nahdatul Ulama) versi Gusdur. Awal mula permasalahan dimulai dari penyerangan FPI terhadap Kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan(AKKBB) pada tanggal 1 Juni 2008 di Monas Jakarta yang pada saat itu AKKB sedang mempersiapkan peringatani hari kelahiran Pancasila dan menimbulkan jatuhnya korban luka-luka dari pihak AKKBB. Menurut sumber dari FPI mengatakan bahwa dalam AKKB tersebut mengikutsertakan para pengikut Aliran Islam Ahmadiyah yang sekarang menjadi kontroversi oleh seluruh masyarakat
Ahmadiyah adalah gerakan pertabligan yang memiliki lebih dari 10 juta pengikut, mulai dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, Afrika Tengah, Afrika Barat, sampai Amerika Serikat. Kota Rabwah, Pakistan Tengah, pernah menjadi pusat struktur organisasi tersebut. Pemimpin gerakan itu sekarang adalah yang ke empat, setelah wafatnya Masih Mau’ud (Al-Masih yang Dijanjikan). Ia adalah Mirza Tahir Ahmad, salah satu cucu dari pendiri Ahmadiyah. Di awal 1985, Huzur panggilan sayang bagi Mirza Tahir Ahmad pindah ke
Dalam hal ini peranan media, dengan bagaimana media itu sendiri menyingkapi hal-hal dan media sebagai penengah dalam konflik yang terjadi. Maka salah satu peran media yaitu bagaimana media menjadi penengah yang seadil-adilnya di antara konflik yang terjadi. Seperti yang saya amati pada saat terjadi tragedi monas pada 1 Juni kemarin, media
· Rumusan Masalah
· Landasan Teori
· Teori dalam Media :
Dalam hal ini kita dapat mengkaji permasalahan ini dimana media sebagai penegah yaitu dengan menggunakan teori Agenda Setting. Dimana sebuah media harus menjelaskan secara menyeluruh bahwasanya media
· Teori dalam konflik :
Dalam konflik menegahi konflik yang berlangsung seharusnya agar tidak memperkeruh konflik yang berlangsung seharusnya kedua kubu yang berkonflik dapat menengahi permasalahan dengan melakukan komunikasi interpersonal, agar tidak menimbulkan prasanka sosial apalagi prasangka sosial yang muncul di masyarakat akibat pemberitaan yang sering di tayangkan oleh media. Yang dapat diduga mempengaruhi suatu kegiatan suatu kegiatan komunikasi interpersonal, yaitu:
1. Penstereotipan (Stereotyping)
Stereotip merupakan sikap atau karakter yang dimiliki seseorang untuk menilai orang untuk menilai orang lain semata-mata berdasarkan pengelompokan kelas atau pengelompokan yang dibuatnya sendiri. Sedangkan menurut Gerungan, stereotip adalah suatu gambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang dari golongan lain yang umumnya bercorak negatif. Stereotip tidak memadai karena stereotip adalah generalisasi berdasarkan pengalaman yang terbatas.
2. Jarak sosial
Menurut Deaux (1984), jarak sosial adalah aspek lain dari prasangka sosial yang menunjukkan tingkat penerimaan seseorang terhadap orang lain dalam hubungan yang terjadi di antara mereka.
3. Diskriminasi
Menurut Zastrow (1989), diskriminatif merupakan factor yang merusak kerja sama antar manusia maupun komunikasi di antara mereka. Doob (1985) mengakui diskriminasi merupakan suatu perilaku yang ditujukan untuk mencegah suatu kelompok atau membatasi kelompok lain yang berusaha memiliki atau mendapatkan sumber daya.
(dalam Liliweli, 2001:176-178).
· Pembahasan
Sekarang ini marak terjadi konflik yang melibatkan unsur agama, dan sering menjadi konsumsi media yaitu konflik yang terjadi dalam interen agama islam sendiri, selain itu kekerasan menjadi tontonan biasa bagi masyarakat, sehingga muncul anggapan bahwa agama islam identik dengan kekerasan. Seperti yang baru saja terjadi, dimana FPI pada tanggal 1 juni 2008 melakukan penyerangan terhadap AKKBB di Monas Jakarta yang saat itu sedang mempersiapkan peringatani hari kelahiran Pancasila dan menimbulkan jatuhnya korban luka-luka dari pihak AKKBB. Menurut sumber dari pihak FPI bahwa AKKBB mengikut sertakan aliran Aliran Islam Ahmadiyah yang sekarang menjadi kontroversi oleh seluruh masyarakat
Disini akan dibahas tentang sejauh mana peranan media
Media
Selain penyebar informasi, media
1. Kemampuan media
2. Efektivitasnya dalam proses pembelajaran politik masyarakat
3. Media sebagai wadah untuk mengartikulasikan berbagai berita dalam bahasa yang mudah dipahami
4. Kenyataan bahwa media
5. Asumsi bahwa media sebagai sumber berita yang dipercaya
6. Media
Peran media memang sangat penting dalam pemberitaan bagi khalayak umum, tetapi sebenarnya media tidak perlu terlalu membesar-besarkan pemberitaan karena itu dapat menimbulkan asumsi public yang cenderung negative atau penstereotipan terhadap karakter baik individu ataupun suatu kelompok. Karena apa yang dianggap penting buat media untuk diberitakan tentang isu-isunya itu pun sangat penting buat di publikasikan pada khalayak luas.
v Kesimpulan
Media
Seharusnya masyarakat sebagai pengkonsumsi berita harusnya dapat menyingkapi masalah & isu yang sedang berkembang agar tidak menimbulkan pencitraan buruk terhadap masalah yang sedang marak diberitakan. Sebaliknya, masyarakat juga butuh berita dalam memenuhi keinginan akan informasi.
Daftar Pustaka
McQuail, Denis dan Seven Windahl. Model-model Komunikasi, ( ahli bahasa )
Rakhmat, Jalaludin. 1998. Metode Penelitian Komunikasi.
http://id.wikipedia.org/wiki/media_massa
Media Massa, Agama dan Konflik
Konflik, kata ini mungkin sering terdengar di telinga anda akhir-akhir ini. Berita yang paling hangat saat ini mengenai konflik internal yang terjadi dalam tubuh agama Islam yaitu konflik antara organisasi keagamaan FPI (Front Pembela Islam) dengan NU (Nahdatul Ulama) versi Gusdur.
Awal mula permasalahan dimulai dari penyerangan FPI terhadap Kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan(AKKBB) pada tanggal 1 Juni 2008 di Monas Jakarta yang pada saat itu AKKB sedang mempersiapkan peringatani hari kelahiran Pancasila dan menimbulkan jatuhnya korban luka-luka dari pihak AKKBB.
Menurut sumber dari FPI mengatakan bahwa dalam AKKB tersebut mengikutsertakan para pengikut Aliran Islam Ahmadiyah yang sekarang menjadi kontroversi oleh seluruh masyarakat
Ahmadiyah adalah gerakan pertabligan yang memiliki lebih dari 10 juta pengikut, mulai dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, Afrika Tengah, Afrika Barat, sampai Amerika Serikat. Kota Rabwah, Pakistan Tengah, pernah menjadi pusat struktur organisasi tersebut. Pemimpin gerakan itu sekarang adalah yang ke empat, setelah wafatnya Masih Mau’ud (Al-Masih yang Dijanjikan). Ia adalah Mirza Tahir Ahmad, salah satu cucu dari pendiri Ahmadiyah. Di awal 1985, Huzur panggilan sayang bagi Mirza Tahir Ahmad pindah ke
Salah satu peran media adalah bagaimana menjadi penengah yang seadil-adilnya di antara konflik yang terjadi. Seperti yang saya amati pada saat terjadi tragedi monas pada 1 Juni kemarin, media